Aku merindukan saat kecil dulu, saat hanya riang dan canda yang ada,. saat cinta belum ada........!!!!
Blog ini Hanya Menjual Buku Bacaan
ORDER: ONALD 081220069994 pin 55256B72
Dalam sehari, berapa kali kita menyadari apa yang ada di sekitar rumah: kalender, foto keluarga, berbagai pohon atau letak pisau cukur. Faktanya: kita berinteraksi dengan berbagai hal dan peristiwa tetapi jarang menyadarinya. Dalam buku Mencari Uban (Lestari Kiranatama, 2014), Fr. Irfantinus Tarigan mencoba menganalisis, merenungkan, dan mencuatkan makna dari yang remeh-temeh dan sering terlewatkan itu. Semisal, laku mencari uban, sepintas tiada yang istimewa, tetapi dibalik itu tersembul hasrat tak terungkap: waktu janganlah bergulir, biarlah dia membeku dan biarlah masa tua tak pernah datang. Kita juga bisa bertanya: ‘mengapa cinta muda-remaja disebut cinta monyet?’ Atau, kita mau menertawai polah kita yang diet mati-matian demi tubuh ideal. Tentang ini Penulis berguyon dengan berkata: Biar Mati asal Cantik. Membaca buku ini, kita dilemparkan pada kesadaran: yang remeh-remeh itu bisa memesona, sekaligus bisa amat membosankan karena rutin belaka. Tergantung sejauh mana mau menyempatkan diri untuk kagum pada yang rutin itu.
harga; 30.000
“Mungkinkah menjadi 100 % Batak, 100 % Kristen ?” Jawabannya tentu tak bisa serampangan,
sekadar mungkin dan tak mungkin. Perlu permenungan serius-mendalam, menyeluruh dan
bertanggungjawab. Mungkin inilah pergulatan Dr. Anicetus, sehingga kemudian buku
“Allah Tinggi Batak-Toba. Transendensi dan Imanensi” (Kanisius, 2014)
tersaji bagi kita., Keyakinan dasar Dr. Anicetus: Allah Tinggi Batak-Toba, secara hakiki,
sekaligus tak-terpahami tetapi sungguh bisa “disentuh” juga. Bagaimana dua hal itu bisa
didamaikan? Bagaimana bisa, Yang Sungguh Jauh itu serentak Dia juga Yang Sungguh Dekat?
Nampaknya dua hal itu menjadi bingkai berbagai argumen tentang tondi. Manusia,
misalnya, memiliki tondi, yakni roh yang mengontrol hidup dalam suka dan duka.
Juga, peran adat yang kuat dalam masyarakat menjadi indikasi lebih jauh terkait
peran langsung Allah Tinggi yang sakral itu dalam ritme kehidupan.
Jadi bagaimana, “mungkinkah 100 % Batak , 100 % Kristen?”,
jawab sendiri setelah membaca buku ini.
HARGA: 85.000